Press Release


 Indonesia’s most authoritative trade show for the e-commerce and retail industries to introduce Smart Retail & Smart Logistics


Jakarta, Indonesia – 11th October 2018 – Disruptive change in today’s retail & logistics landscape in Indonesia has set the backdrop for this year’s e2eCommerce Indonesia, the country’s premier trade show for the e-Commerce and logistics industries.

Themed “Be Digital-Go Global”, the 3rd edition of e2e Commerce Indonesia will showcase technological innovations as the cornerstone to fortify local presence, whilst establishing foundation for regional and global expansion plans. This year’s e2eCommerce Indonesia will introduce Smart Retail and Smart Logistics as part of its content offerings, as these focus areas emerged from deep community discussions among players who are keen to discover fresh insights ranging from automation, advanced manufacturing, workforce development and retail/online integration, amongst others.

The event will be held on October 17-18, 2018 at Kartika Expo-Balai Kartini, Jakarta.

As reported by, in 2017 alone, the total volume of online shopping in Indonesia reached US $4.89 billion. There is an increasing need for logistical efficiency, fulfilment and payment facilitation that will shape the most forward-looking organisations from the rest. Companies with technical solutions localised and personalised to suit varied needs of different geographical markets will set themselves apart from the competition.

To that end, e2eCommerce Indonesia 2018 will address pressing industry challenges directly through its conference and exhibition, with new domains addressing Smart Retail & Smart Logistics trends in the market today. Industry participants can look forward to the latest data, trends, strategies and technologies to solve the problems arise in retail & logistics sector.

Supported by the Indonesian Ministry of Communication and Information & Technology (KOMINFO), Indonesia Big Data Association (ABDI), Indonesian Cloud Computing Association (ACCI), National ICT Businessman Association (APTIKNAS), Indonesian Logistics Association (ALI), The Association of Tenants of the Indonesian Shopping Center  (HIPPINDO), and Supply Chain Indonesia (SCI), e2eCommerce Indonesia will be attended by 2000 participants, more than 80 exhibitors, and 50 industry experts from leading global companies..

“e2eCommerce Indonesia’s drive to accelerate the local regional development of the fulfilment industry has led us to zoom in on what this growth means for businesses, end users and the community. eCommerce and logistics is no longer merely about having easy access to markets; rather, it involves embracing technological disruption and how the localisation of global industry practices help in penetrating the local and Asian markets. This is clearly reflected through specially curated elements of our programme, including the introduction of cutting edge trends in Smart Retail & Smart Logistics. Join effort from the public and the private sector are an essential part of co-creating a dynamic, thriving and nimble industry. The growth of this sector in Indonesia has resulted not only significant economic benefits but also increased intricacy in the delivery of goods. We see this as a good opportunity to create a new event segment that will provide a special platform for e-commerce ecosystems.” said Adrian Sng, General Manager of SingEx Exhibitions.

As a market, Indonesians are changing and their needs significantly differ from their desires due to huge amount of information they all the sudden have because of internet penetration. Smart store technology allows us to understand how they are engaging with the products and be able to predict their needs and desires. We can monitor how Indonesians interact with product options based on price sensitivity and brand image. Imagine knowing what the shoppers had bought before, their purchase pattern and being able to predict what they are going to buy today. Imagine being able to trace customer journey online that leads to their purchase and being able to draw some what-ifs to test out for shopper behavior research that leads to on-point retail service both online and offline, And e2eCommerce is playing critical role in bringing together the latest trend and update in regards to smart retail technology to all participating stake-holders in Indonesian market said Echo Sembiring, Head of Modern Trade & eCommerce, MAKARIZO

Zaldy Masitah, Chairman of Indonesian Logistics Association (ALI), said “The need of smarter logistics solution become very critical right now with high growth of digital economy in Indonesia, e2ecommerce conference is a good way to know development of logistics solution and the need of customer and ecommerce player in logistics sector”.

Indonesian e2eCommerce Conference 2018

The conference component of e2eCommerce Indonesia 2018 will showcase industry sharing of the latest trends and topics from movers and shakers in the industry, both local and international. Some of the expert speakers are: Rudy Salahuddin – Creative Economy and SME Division, Economic Ministry of the Republic of Indonesia (KEMENKO), Lis Sutjiati – Special Staff of the Minister of Communication and Information of the Republic of Indonesia, Ravi Kumar – Director / Head of eCommerce MAP Subsidiaries, Arnab Ganguly – Kanmo Group Head Retail Group, Echo Sembiring – Head of Modern Trade & eCommerce MAKARIZO, Desey Muharlina – VP / GM for Physics and Health, Ryn Hermawan – Co-Founder & COO Mbiz (Lippo Digital).

In addition to the conference, e2eCommerce Indonesia will also feature other activities from community participation & free seminars by supporting partners such as, Aptiknas, Block71, Buattokoonline, Indonetwork and others.

To find out the latest event updates & the conference agenda, visit

(Data source:



Media Information:

Riyan Haritama, Marketing Manager


PT. Omni eComm Expo

The Vida Building LT 3A

Jl. Perjuangan No. 8, Kebon Jeruk

Jakarta Barat 11440. Indonesia


T: +62 21 2966 1365

P: +62 81 2107 50353




Untuk memenuhi permintaan pasar dan memperluas cakupan industri di sektor eCommerce & ritel, pameran & konferensi e2eCommerce Indonesia mengenalkan segmen Smart Retail & Smart Logistics


Jakarta, Indonesia –  11 Oktober 2018. Perubahan lanskap ritel & logistik di Indonesia saat ini telah menjadi latar belakang dan alasan diadakannya  pameran e2eCommerce Indonesia tahun ini, sebuah pameran dagang utama untuk industri e-Commerce dan logistik di Indonesia.

Bertemakan “Be Digital-Go Global”, edisi ke-3 dari e2e Commerce Indonesia akan menampilkan inovasi & teknologi untuk memperkuat kehadiran lokal dan membangun fondasi untuk ekspansi regional dan global. e2eCommerce Indonesia tahun ini akan memperkenalkan Smart Retail dan Smart Logistics sebagai bagian dari segmen pameran kali ini, area fokus ini muncul dari diskusi komunitas secara mendalam juga para profesional yang tertarik untuk menemukan wawasan baru mulai dari otomatisasi, teknologi manufaktur, pengembangan tenaga kerja dan integrasi ritel / online , dan masih banyak lainya. Acara ini akan diadakan pada tanggal 17-18 Oktober 2018 di Kartika Expo-Balai Kartini, Jakarta.

Seperti yang telah dilansir, pada 2017, total volume belanja online di Indonesia mencapai US $ 4,89 miliar. Terdapat permintaan yang meningkat untuk efisiensi logistik dan fasilitas pembayaran. Hal ini akan menjadi pembeda  antara perusahaan yang  maju dengan yang lainya. Perusahaan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan solusi teknis dan sentuhan personal akan menjadi yang terdepan di pasar Indonesia.

Dikarenakan tantangan industri yang mendesak ini, e2eCommerce Indonesia 2018 akan memberikan solusi melalui konferensi dan pamerannya, dengan mengenalkan 2 segmen baru  yang akan membahas tren pasar di sektor Smart Retail & Smart Logistics saat ini. Para pelaku industri dapat memperoleh data, tren, strategi dan teknologi terbaru untuk memecahkan masalah yang muncul di sektor ritel & logistik di Indonesia.

Didukung kuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Supplychain Indonesia (SCI), diikuti oleh 7 negara, lebih dari 50 pembicara ahli dari perusahaan terkemuka di Indonesia dan dunia, menempatkan pameran e2eCommerce Indonesia sebagai salah satu acara wajib bagi industri eCommerce & ritel di Indonesia.

“e2eCommerce Indonesia diadakan demi percepatan pengembangan industri fulfilment   regional & lokal juga memberikan arti bagi pertumbuhan bisnis ini bagi end-user dan komunitas di Indonesia. eCommerce dan logistik bukan hanya mengenai akses & fasilitas mudah ke pasar, tetapi juga menyangkut mengadopsi perubahan teknologi disruptif dan juga tentang bagaimana praktek industri global dapat membantu menembus pasar lokal dan regional di Asia. Hal ini jelas tercermin melalui unsur-unsur yang dikurasi secara khusus dari program kami, termasuk pengenalan tren terkini dalam Smart Retail & Smart Logistics. Usaha bersama dari publik dan sektor swasta adalah bagian penting dalam menciptakan industri yang dinamis, berkembang, dan gesit. Pertumbuhan sektor ini di Indonesia telah menghasilkan tidak hanya manfaat ekonomi yang signifikan tetapi juga meningkatkan kerumitan dalam pengiriman barang. Kami melihat ini sebagai peluang bagus untuk membuat segmen acara baru yang akan menyediakan platform khusus untuk ekosistem e-commerce”.Kata Adrian Sng sebagai General Manager SingEx Exhibitions.

“Indonesia adalah sebuah pasar yang dinamis, dikarenakan banyaknya informasi yang diperoleh melalui penetrasi internet. Teknologi smart store memungkinkan kita untuk memahami bagaimana pasar terlibat dengan produk sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan dan keinginan pasar. Kita dapat memantau bagaimana orang Indonesia berinteraksi dengan pilihan produknya berdasarkan pada masalah harga dan citra merek. Bayangkan apabila kita bisa mengetahui apa yang akan dibeli oleh konsumen, mengetahui pola pembelian mereka dan memprediksikan apa yang akan mereka beli di hari berikutnya. Bayangkan bisa melacak perjalanan pelanggan online yang mengarah ke pembelian, serta mampu memperoleh data untuk penelitian perilaku pembeli, yang mengarah ke layanan ritel on-point baik online maupun offline, e2eCommerce memainkan peran penting untuk mendapatkan tren dan teknologi terbaru terkait dengan teknologi Smart Retail untuk semua pemegang saham yang berpartisipasi di pasar Indonesia, tambah Echo Sembiring, Head of Modern Trade & eCommerce, MAKARIZO.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Zaldy Masita sebagai Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), menambahkan bahwa “Kebutuhan solusi retail & logistik yang lebih cerdas menjadi sangat penting sekarang, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi di Indonesia, konferensi e2eCommerce adalah cara yang baik untuk mengetahui pengembangan solusi logistik dan kebutuhan pelanggan dan pemain ecommerce dalam aspek retail & logistik”.


Konferensi e2eCommerce Indonesia 2018

Konferensi e2eCommerce Indonesia juga mengundang jajaran para ahli yang kompeten dan menampilkan tokoh-tokoh utama di industri ini baik lokal dan internasional. Beberapa pembicara ahli antara lain: Rudy Salahuddin-Deputi Divisi Ekonomi Kreatif dan UKM, Kementerian Koordiantor Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ravi Kumar-Director/Head of eCommerce MAP Subsidiaries, Arnab Ganguly-Group Head Kanmo Retail Group, Echo Sembiring-Head of Modern Trade & eCommerce MAKARIZO, Desey Muharlina-VP/GM for Fashioin and Health, Ryn Hermawan-Co-Founder & COO Mbiz (Lippo Digital).

Selain konferensi, e2eCommerce Indonesia juga akan dilengkapi dengan beragam aktivitas mulai dari pertemuan komunitas & free seminar oleh para partner pendukung seperti, Aptiknas, Block71, buattokoonline, indonetwork dan lain-lain.

Bertempat di Balai Kartini Jakarta. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 17 – 18 Oktober 2018, e2eCommerce Indonesia merupakan agenda penting yang wajib untuk di hadiri oleh para pelaku usaha untuk saling  bertemu dan bertatap muka guna memperluas jaringan kerjasama, bertukar informasi dan pengetahuan mengenai industri eCommerce.


Untuk mengetahui perkembangan terbaru dan agenda konferensi, kunjungi


Informasi media, hubungi:

Riyan Haritama, Marketing Manager

PT. Omni eComm Expo

The Vida Building Lantai 3A Unit 6

Jl. Perjuangan No. 8, Kebon Jeruk

Jakarta Barat 11440. Indonesia


T: +62 21 2966 1365

P: +62 81 2107 50353






Analyzing millions of data points in real time to detect fraud in fractions of a second


Jakarta, Indonesia, December 11, 2018 – Today CashShield, the first and only fully-machine automated global online fraud management company, and OVO, Indonesia’s leading payments platform, announced a partnership that will equip OVO with CashShield’s industry-leading comprehensive fraud protection solution.

OVO’s 60 million user base, in 500 cities and towns across Indonesia, will now have an extra layer of security and privacy protection with CashShield’s unparalleled end-to-end consumer data protection technology. Mobile payments have grown in popularity in the past year, and have become a lucrative target to cybercriminals. A stolen account is worth six times more than a stolen credit card in the black market. CashShield analyzes behavioral data, including cursor movements, swiping patterns and pressure points, to determine the risk of fraud. Together, CashShield and OVO will prevent OVO user accounts from hostile takeovers by cybercriminals and OVO merchants from receiving unauthorized payments from fraudsters.

“We built CashShield to be a pioneer in the fraud detection and prevention space, that could serve the users of large, rapidly growing companies,” said CashShield CEO Justin Lie. “We are excited to partner with OVO, a business that shares not only our drive for innovation but also our commitment to data security. We are confident that our technology, which provides the instant, scalable, automated solution that OVO needs to protect its customers, will help strengthen the formidable security measures OVO already has in place.”

CashShield was founded in 2008 by Lie, and over the past decade has reduced fraud rates to one tenth of the industry’s average. Uniquely combining A.I. and Wall Street trading tools, CashShield eliminates the need for any human involvement to detect and prevent online fraud, effectively ousting the risk of human error. CashShield’s dynamic technology ensures that stolen data from data breaches cannot be used by cybercriminals, protecting user accounts and identities.

OVO has attained the position of Indonesia’s leading payments platform by being ubiquitous across Indonesia’s economy, whether in retail shops and warungs, or for on-demand and online services. The OVO app has a network of millions of top-up points through Mandiri ATMs, Alfamart convenience stores and Grab drivers across the country. Currently, OVO has the highest Total Payments Volume of all the e-wallets in Indonesia. CashShield’s software seamlessly integrates and will provide no change in user experience for OVO’s users.

“CashShield has been a great complement to our cybersecurity measures,” said Harianto Gunawan, OVO Director of Enterprise Payment. “Protecting OVO’s expansive network of users is a top priority so we take data security and user privacy very seriously. We are greatly excited to onboard CashShield as a fraud prevention partner that could keep pace with our rapid growth, while ensuring that the platform is safe and secure.”

CashShield recently raised $25 million to help companies fight customer account and payment fraud. With this new partnership and recent funding, CashShield will continue to prevent account fraud and provide solutions for companies around the world.


About CashShield

CashShield is a global online fraud risk management company that helps enterprises detect and prevent online fraud. Uniquely powered by proprietary high-frequency trading algorithms, combined with real-time pattern recognition and passive biometric analytics, CashShield’s award-winning application functions without the need for human interference such as data scientists or fraud analysts. To date, CashShield has secured billions in Gross Merchandise Value for companies in various verticals including e-commerce, digital goods, telecommunications and online travel, screening transactions across more than 190 countries. CashShield has global operations in the U.S., Europe, China and Southeast Asia.


For more information, visit


Media Relations


For inquiries, please contact:


Emma Lee

Regional Marketing

+1 650-843-9173 cell


Menganalisis jutaan titik data secara seketika untuk mendeteksi penipuan dalam hitungan waktu kurang dari sedetik


Jakarta, Indonesia, 11 Desember 2018 – Hari ini, CashShield, perusahaan pertama dan satu-satunya yang mengelola aksi penipuan daring secara otomatis dan sepenuhnya memakai mesin dan OVO, sarana pembayaran terkemuka di Indonesia, mengumumkan kerja sama  yang akan melengkapi OVO dengan solusi perlindungan dari penipuan buatan CashShield yang komprehensif dan terdepan dalam industri.

OVO, dengan basis pengguna yang berjumlah 60 juta orang di 500 kota di seluruh Indonesia, kini akan memiliki lapisan keamanan dan perlindungan privasi ekstra berkat teknologi perlindungan data konsumen unggulan CashShield yang bersifat end-to-end. Pembayaran menggunakan telepon selular telah semakin populer pada setahun belakangan ini, dan telah menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Di pasar gelap, akun curian bernilai enam kali lebih besar dari kartu kredit curian. CashShield menganalisis data perilaku, termasuk gerakan kursor, pola geser jari (swiping) dan titik tekan, untuk menentukan risiko penipuan. Secara bersama-sama, CashShield dan OVO akan mencegah akun pengguna OVO dari pengambilalihan paksa oleh penjahat siber dan juga agar merchant OVO tidak menerima pembayaran yang ilegal dari penipu.

“Kami mengembangkan CashShield sebagai pelopor dalam pendeteksian dan pencegahan aksi penipuan, sehingga bisa melayani basis pengguna dari kalangan perusahaan besar dan berkembang pesat,” ujar CEO CashShield Justin Lie. “Kami senang dapat menjalin kemitraan dengan OVO, suatu perusahaan yang tidak hanya memiliki semangat inovasi seperti kami, tetapi juga berkomitmen sama seperti kami dalam hal keamanan data. Kami yakin teknologi kami yang memberikan solusi instan, berskala, dan terautomasi yang dibutuhkan OVO untuk melindungi penggunanya, akan membantu memperkuat sistem keamanan OVO yang memang sudah tangguh.”

CashShield didirikan oleh Lie pada 2008, dan selama satu dekade terakhir telah berhasil mengurangi tingkat penipuan menjadi sepersepuluh dari rata-rata industri. Dengan keunikannya dalam menggabungkan Kecerdasan Buatan (AI) dan perangkat perdagangan Wall Street, CashShield meniadakan kebutuhan untuk melibatkan tenaga manusia dalam mendeteksi dan mencegah penipuan online, sehingga secara efektif meniadakan risiko kesalahan manusia. Teknologi dinamis CashShield memastikan bahwa data curian dari pembobolan data tidak dapat digunakan oleh penjahat siber, sehingga akun dan identitas pengguna akan terlindungi.

OVO telah mengukir posisinya sebagai sarana pembayaran terkemuka di Indonesia di banyak titik perekonomian Indonesia, baik di gerai-gerai ritel dan warung, atau layanan on-demand serta online. Aplikasi OVO memiliki jaringan yang terdiri atas jutaan tempat isi ulang (top-up) melalui ATM Mandiri, minimarket Alfamart dan pengemudi Grab di seantero Indonesia. Saat ini, OVO memiliki jumlah Total Volume Pembayaran tertinggi dari seluruh dompet elektronik (e-wallet) di Indonesia. Perangkat lunak CashShield dapat terintegrasi secara mulus sehingga tidak akan mengubah kenyamanan pengalaman pengguna OVO.

“CashShield telah menjadi pelengkap terbaik untuk sistem keamanan siber kami,” ucap Harianto Gunawan, Direktur Enterprise Payment OVO. “Melindungi jaringan pengguna OVO yang luas merupakan prioritas utama kami sehingga keamanan data dan privasi pengguna ini harus ditangani dengan sangat serius. Kami sangat senang menyambut kehadiran CashShield sebagai mitra kami dalam pencegahan penipuan, yang bisa berjalan sesuai dengan laju pertumbuhan pesat kami, sambil menjamin sarana OVO tetap aman dan terlindungi.

CashShield baru-baru ini menggalang pendanaan senilai $25 juta.untuk membantu berbagai perusahaan melawan penipuan terhadap akun pelanggan dan pembayaran. Dengan kemitraan baru dan pendanaan terkini, CashShield akan terus mencegah terjadinya aksi penipuan akun dan memberikan solusi terbaik bagi perusahaan di seluruh dunia.


Tentang CashShield

CashShield merupakan perusahaan manajemen risiko penipuan online berskala global yang membantu perusahaan mendeteksi dan mencegah penipuan online. Dengan dukungan yang unik berupa algoritma high frequency trading yang dikembangkan sendiri, serta kombinasi pengenalan pola (pattern recognition) secara seketika dan analitika biometrik pasif, aplikasi peraih penghargaan milik CashShield ini bisa berjalan tanpa intervensi manusia, seperti ahli data atau analis penipuan. Hingga saat ini, CashShield telah mengantongi nilai total transaksi (Gross Merchandise Value) sejumlah miliaran dolar untuk perusahaan di berbagai industri vertikal, termasuk transaksi perdagangan elektronik (e-commerce), barang digital, telekomunikasi dan pariwisata online, Cashshield telah melakukan screening transaksi di lebih dari 190 negara. CashShield beroperasi secara global di AS, Eropa, Tiongkok, dan Asia Tenggara.



Untuk informasi selengkapnya, kunjungi



Relasi Media

Untuk pertanyaan, harap hubungi:


Emma Lee

Regional Marketing

HP +1 650-843-9173

Sign up to receive latest info on upcoming events

* The General Data Protections Regulation (GDPR) is a ruling made by The Council of the European Union, European Parliament, and European Commission to provide European Union residents with a greater level of control over their personal data.

It is thus our responsibility to ensure that your data is protected, and you can be assured that we will never sell, rent or forward your personal data to a third party. It is part of our Privacy Policy, and the personal data you provide to us will only be used through permissions explicitly granted by you under our Terms and Conditions.

* The General Data Protections Regulation (GDPR) is a ruling made by The Council of the European Union, European Parliament, and European Commission to provide European Union residents with a greater level of control over their personal data.

It is thus our responsibility to ensure that your data is protected, and you can be assured that we will never sell, rent or forward your personal data to a third party. It is part of our Privacy Policy, and the personal data you provide to us will only be used through permissions explicitly granted by you under our Terms and Conditions.

By checking on this box, you are deemed to have given consent to receive marketing materials and event collaterals from both E2eCommerce Indonesia, as well as from SingEx Exhibitions Pte Ltd in the form of e-newsletters, mailers, information from other events, as well as industry updates and news.

We will appreciate if you can let us know how you would like to be contacted, so that we can update your preferences immediately.

Organised by

Event Partner

Office Address

The Vida Building Floor 3A Unit 6
Jl. Raya Perjuangan No. 8
Jakarta Barat 11530, Indonesia

+62 21-29661365